Sabtu, 17 Oktober 2015

Sistem Berkas

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Kemajuan Teknologi Informasi (TI) saat ini berkembang sangat pesat sesuai dengan tuntutan zaman yang membutuhkan kemudahan-kemudahan dalam menjalankan aktivitas kehidupan, termasuk akses untuk mendapatkan informasi dengan efisien. Biasanya informasi ini diakses serta diproses menggunakan komputer. Komputer pada saat ini merupakan perangkat yang vital dalam kebutuhan mengakses informasi, yang juga merupakan tulang punggung dalam dunia teknologi informasi.
Dalam makalah yang kami susun ini, kami membahas tentang Organisasi Berkas. Dalam makalah ini penjelasan dikhususkan mengenai Banyak Key. Mudah-mudahan makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

1.2  Tujuan
-    Agar pembaca mengetahui pengertian organisasi berkas dengan banyak key
-    Agar pembaca mengetahui fungsi organisasi berkas dengan banyak key.
-    Agar pembaca mengetahui cara untuk melakukan organisasi berkas dengan banyak key.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Sistem Berkas
       Sistem berkas merupakan mekanisme penyimpanan on-line serta untuk akses, baik data maupun program yang berada dalam  system operasi.  Terdapat  dua bagian penting  dalam system berkas, yaitu : 
• Kumpulan berkas, sebagai tempat penyimpanan data, serta
• Struktur direktori, yang mengatur dan menyediakan informasi mengenai seluruh
berkas dalam system

2.2. Konsep Dasar Berkas
       Komputer   dapat  menyimpan   informasi   ke   beberapa  media penyimpanan   yang berbeda,  seperti  magnetic disks,  magnetic  tapes dan optical  disks.  Agar  komputer  dapat  digunakan   dengan   nyaman,   system  operasi  menyediakan   system  penyimpanan   dengan  sistematika   yang seragam.   Sistem  operasi  mengabstraksikan   property   fisik   dari  media penyimpanannya   dan   mendefinisikan   unit   penyimpanan   logis   yaitu berkas.  Berkas  dipetakan ke media fisik oleh system operasi.  Media penyimpanan ini umumnya bersifat non-volatile, sehingga kandungan di dalamnya tidak akan hilang jika terjadi gagal listrik maupun system reboot.
Berkas   adalah kumpulan  informasi  berkait  yang diberi  nama  dan direkam pada penyimpanan sekunder.  Dari sudut pandang pengguna, berkas merupakan bagian terkecil dari penyimpanan logis, artinya data tidak dapat ditulis ke penyimpanan sekunder kecuali  jika berada di  dalam berkas.  Biasanya berkas merepresentasikan program dan data.  Data dari berkas dapat  bersifat  numeric,  alfabetik,  alfanumerik atau pun biner.  Format  berkas juga bias bebas, misalnya berkas teks atau dapat juga diformat pasti. Secara umum, berkas
adalah urutan bit,  byte,  baris  atau catatan yang didefinisikan oleh pembuat  berkas  dan pengguna.Informasi  dalam berkas ditentukan oleh pembuatnya.  Ada banyak beragam  jenis  informasi yang dapat disimpan dalam berkas. Hal ini disebabkan oleh struktur tertentu yang dimiliki oleh berkas, sesuai dengan jenisnya masing-masing.

2.3. Atribut Pada Berkas
       Berkas diberi nama untuk kenyamanan bagi pengguna dan untuk acuan bagi data yang terkandung di dalamnya. Nama berkas biasanya berupa string atau karakter. Beberapa system membedakan penggunaan huruf  besar dan kecil  dalam penamaan sebuah berkas,  sementara  system yang  lain menganggap kedua hal  di  atas   sama.  Ketika berkas  diberi  nama, maka berkas tersebut akan menjadi madiri terhadap proses, pengguna bahkan system  yang membuatnya.

2.4. Atribut berkas terdiri dari :
• Nama;  merupakan satu-satunya  informasi  yang  tetap dalam bentuk yang bias dibaca oleh manusia (human-readable form)
• Type, dibutuhkan untuk system yang mendukung beberapa type berbeda
• Lokasi; merupakan pointer ke device dan ke lokasi berkas pada device tersebut
• Ukuran (size); yaitu ukuran berkas pada saat itu, baik dalam byte, huruf atau pun blok
• Proteksi;  adalah  informasi  mengenai  kontrol   akses,  misalnya   siapa   saja  yang boleh membaca, menulis dan mengeksekusi berkas
• Waktu, tanggal dan identifikasi pengguna; informasi ini biasanya disimpan untuk :
1.      Pembuatan berkas
2.      Modifikasi terakhir yang dilakukan pada berkas, dan
3.      Penggunaan terakhir berkasData  tersebut  dapat  berguna untuk proteksi,  keamanan dan monitoring penggunaan dari berkas. Informasi tentang seluruh berkas disimpan dalam struktur direktori yang terdapat pada penyimpanan sekunder. Direktori, seperti berkas, harus bersifat non-volatile, sehingga
keduanya   harus   disimpan   pada   sebuah   device   dan   baru   dibawa   bagian   per-bagian   ke memori pada saat dibutuhkan.

2.5. Operasi Pada Berkas
Sebuah berkas adalah jenis data abstrak. Untuk mendefinisikan berkas secara tepat, perlu   melihat   operasi   yang   dapat   dilakukan   pada   berkas   tersebut.   Sistem   operasi menyediakan system calls untuk membuat,  membaca,  menulis,  mencari,  menghapus dan sebagainya. Berikut dapat kita lihat apa yang harus dilakukan system operasi pada keenam operasi dasar pada berkas.

2.6  Pengertian Organisasi Berkas dengan Banyak Key
Organisasi berkas yang memperbolehkan record diakses oleh lebih dari satu key field. Inti dari organisasi berkas ini adalah, sebuah berkas (file) harus dapat diakses secara langsung (direct) dari berbagai kunci atribut (key field) yang ditentukan.

2.7  Contoh Organisasi Berkas dengan Banyak Key
Misalkan file MAHASISWA yang berisi biodata mahasiswa, harus bisa dicari record data seorang mahasiswa berdasarkan NPMnya, atau NAMAnya atau mungkin ALAMATnya.
Sebuah sistem perbankan yang mempunyai beberapa pemakai (user), seperti kasir, pegawai kredit, manajer cabang, pegawai bank, nasabah dan lain-lain. Semuanya memerlukan akses data yang sama dengan format record:
 



Adanya pemakai yang berbeda memerlukan akses record-record ini dalam cara yang berbeda.
Kasir                            
Mengidentifikasikan record account menurut nilai ID.
Kredit                          
Akses semua record menurut nilai OVERDRAW LIMIT atau semua record account dengan nilai NO SOSIAL SOCIATY.
Manajer Cabang           
Akses semua record menurut Branch dan Type.
Pegawai Bank              
Membuat laporan berkala untuk semua record     account yang disortir berdasarkan ID.
Nasabah                       
Memerlukan akses recordnya
dengan memberikan ID yang  
dimilikinya atau kombinasi dari NAME, NO SOSIAL SOCIATY dan Type.

Satu pendekatan yang dapat mendukung semua jenis akses adalah dipunyainya banyak berkas yang berbeda. Setiap berkas diorganisasi untuk melayani satu jenis keperluan.
Maka untuk contoh sistem perbankan di atas harus ada:
u
File account yang organisasinya indeks sequential dengan nilai key
ID
untuk melayani kasir, pegawai bank dan nasabah.
u
File account yang organisasinya sequential dengan record diurut menurut
OVERDRAW LIMIT
untuk melayani pegawai kredit.
u
File account yang organisasinya relatif dengan nilai key
NO SOSIAL SOCIATY
untuk melayani pegawai kredit.
u
File account yang organisasinya sequential dengan record diurut menurut
GROUP-CODE
untuk melayani manajer cabang.

u
File account yang organisasinya relatif dengan nilai key
NAME, NO SOSIAL SOCIATY dan TYPE      
             untuk melayani nasabah.


Jadi kita mempunyai 5 file, semuanya mempunyai record yang sama. Kelima file itu hanya berbeda dalam organisasi dan cara aksesnya.

2. Metode Organisasi Berkas dengan Banyak Key
Ada banyak cara untuk mengorganisasi berkas semacam ini, yaitu dengan cara:
-    Inverted
Yaitu dengan cara yang mirip dengan organisasi relative yang satu tabel index-nya berisi key field yang terurut dan sebuah pointer yang menunjuk ke alamat di mana data disimpan. Bedanya, karena di sini dibutuhkan banyak kunci, maka di tabel tersebut disimpan pula kunci-kunci atribut lainnya yang dibutuhkan.





-    Multi-List
File multilist mempunyai sebuah indeks untuk setiap kunci sekunder. Organisasi multilist  berbeda  dengan  file  terbalik  dimana  dalam  indek  inverse  untuk  sebuah  nilai kunci  mempunyai  sebuah  petunjuk  untuk  data  record  pertama  dengan  nilai  kunci, sedangkan dalam indeks multilist untuk sebuah nilai kunci mempunyai hanya sebuah petunjuk  untuk  data  record  pertama  dengan  nilai  kunci.  Data  record  mempunyai sebuah  penujuk  untuk  data  record  selanjutnya  dengan  nilai  kunci  dan  seterusnya.
Karena  terdapat  sebuah  linked-list  dari  data  record  untuk  setiap  nilai  dari  kunci sekunder.
Contoh File data dengan struktur MultiList:
Dari Tabel Data Record di atas, dapat ditunjukkan file multi-list di bawah ini untuk kunci sekunder  Kode-group.  Setiap  data  record  mempunyai  tempat  penunjuk  untuk mengakses record selanjutnya.


Kemudian file Multi list untuk kunci sekunder Overdraw Limit:


Nilai kunci harus diurut, struktur indek adalah tabel dengan indirect addressing dan mempunyai hubungan data record yang disusun menurut ID secara menaik. Hasil sebuah  struktur  multilist  adalah  sebuah  kunci  sekunder  yang  mempunyai  nilai  unik atau  tunggal.  Ini  berarti  ada  N  data  record  maka  ada  N  nilai  kunci  sekunder  dalam indeks yang menunjukkan record pertama.
Suatu sifat yang menaik dari multilist bahwa indeks dapat berupa fixed length. Pendekatan  multilist  memberikan  jenis  kemampuan akses  yang  sama  dengan pendekatan inverted file tetapi memproses dari 2 jenis file yang berbeda, sbg contoh :
a)  Berapa jumlah account dengan kode grup = ‘DT001’?
b)  Berapa jumlah cabang ‘NE’?
c)  Daftar nilai ID untuk account dengan grup ‘DT002’?
d)  Daftar nilai ID untuk account dengan tipe ‘002’?
e)  Apakah ID = 198121 mempunyai account dengan tipe ‘002’?
Contoh di atas  memerlukan  data  record  dalam  pengaksesannya.  Agar  dapat menjawab pertanyaan di atas dalam hal jumlah (seperti soal a dan b) dan setiap nilai second y dalam indeks multilist mempunyai banyak record dalam  link-list di samping penunjuk untuk record pertama dan nilai kunci.
Tabel  di  bawah  ini  menunjukkan  variasi  dari  indeks  kode  grup  dan  overdraw limit:



 






 

ORGANISASI INVERTER FILE


Satu  pendekatan  dasar  untuk  memberikan  hubungan   antara sebuah indeks dan data record dari file adalah  inversi.
Sebuah key pada  indeks  inversi  mempunyai  semua  nilai  key dimana masing-masing nilai key mempunyai  penunjuk  ke  record  yang bersangkutan.  File yang demikian disebut inverted  file.
Indeks inversi yang sederhana dibentuk sebagai sebuah  tabel.
Contoh:
Inversi file ACCOUNT  terhadap  SOCNO  menghasilkan  indeks  inversi.

SOCNO
ADDRESS
001234123
6
123456789
5
213823456
14
299167305
16
399042131
4
411625331
13
412631467
7
426135447
20
445062681
17
459463001
1
513014265
8
612305116
9
626311660
18
692122222
12
713214622
3
798392289
15
821346211
2
912346789
19
923146154
11
987654321
10

Gambar 3.  Indeks Inversi Record dengan key  SOCNO
Indeks  inversi  tersebut  telah  di  sortir  menurut  SOCNO. Penambahan record file menyebabkan indeks inversi juga harus diubah.
Sebuah indeks inversi dapat dibuat bersama sebuah relatif file atau sebuah indeks sekuensial. Sebuah indeks inversi dengan key SOCNO untuk sebuah relatif file dengan nilai  key  ID  akan  memberikan sebuah file yang dapat diakses langsung oleh sebuah ID  atau  SOCNO
SOCNO
ID
001234123
291821
123456789
208432
213823456
486212
299167305
534216
399042131
201431
411625331
415631
412631467
300123
426135447
696132
445062681
535218
459463001
111111
513014265
310103
612305116
324196
626311660
641230
692122222
387122
713214622
198121
798392289
511211
821346211
112131
912346789
686116
923146154
386132
987654321
335812
Gambar 4. Indeks Inversi Record dengan key SOCNO Mengunakan Indirect Addressing
Jika sebuah key dipakai untuk menentukan struktur storage dari file disebut  primary  key,  sedangkan  key  yang  lainya  disebut  secondary key
File yang mempunyai indeks inversi untuk setiap data field disebut completely inverted. File yang bukan completely inverted tapi paling sedikit  mempunyai satu indeks inversi disebut partialy inverted  file.
Sebuah variasi dari struktur indeks inversi adalah pemakaian  secondary  key  dan  primary   key   dari   indirect    addressing.
Pendekatan  ini  membiarkan  file  yang   direorganisasi   dan restructure secara fisik tanpa menyebabkan indeks  file.
Pada contoh di atas, nilai SOCNO adalah unik. Setiap SOCNO dalam indeks inversi mempunyai record. Indeks inversi dapat juga dipakai dengan key yang bukan unik.
GROUP-CODE BRANCH TYPE

ID
DT
001
111111, 201431, 310103, 686116
DT
002
198121, 335812, 486212, 641230
EA
001
324196, 534216, 535218
NE
001
415631
NE
002
300123, 696123
NW
001
112131, 208432, 511211
NW
002
291821
WE
002
386132, 387122
Gambar 5. Indeks Inversi Record dengan key  GROUP-CODE
Satu hal yang baik dari inversi file adalah beberapa pertanyaan di bawah ini dapat dijawab tanpa akses data file, cukup dengan indeks inversinya.
·      Apakah ada indeks untuk SOCNO = ‘414556233’  ?
·      Berapa banyak account dengan GROUP-CODE = ‘EA001’  ?
·      Berapa banyak account dengan BRANCH = ‘NE’  ?
Apakah BRANCH = ‘NE’ mempunyai TYPE = ‘001’ ?

Organisasi Multi-List File

Suatu pendekatan lain yang memberikan hubungan antara sebuah indeks dan data record dari sebuah file  disebut  organisasi  multi-list file.
Seperti sebuah inverted  file,  sebuah  multi-list  file  mempunyai  sebuah indeks untuk setiap secondary key.
Organisasi multi-list file berbeda dengan inverted file, dimana dalam indeks  inversi  untuk  sebuah  nilai  key  mempunyai  sebuah   penunjuk untuk sebuah data record dengan nilai key,  sedangkan dalam indeks multi-list untuk sebuah nilai key mempunyai hanya sebuah penunjuk untuk data record pertama dengan nilai key. Data record mempunyai sebuah penunjuk untuk data record selanjutnya dengan nilai key dan seterusnya. Maka  terdapat  sebuah  linked-list dari data record untuk setiap nilai dari secondary  key.
GROUP-CODE BRANCH TYPE

ID
DT
001
111111
DT
002
198121
EA
001
324196
NE
001
415631
NE
002
300123
NW
001
112131
NW
002
291821
WE
002
386132
Gambar 6. Multi-list Index for GROUP-CODE secondary  key
OVERDRAW LIMIT

ID
0.
111111
100.
112131
200.
198121
250.
511211
Gambar 7. Multi-list Index for OVERDRAW-LIMIT secondary  key


BAB III
KESIMPULAN

-    Organisasi berkas dengan banyak key adalah Organisasi berkas yang memperbolehkan record diakses oleh lebih dari satu key field.
-    Organisasi berkas dengan banyak key memudahkan kita dalam mencari data.
-    Ada 2 metode dalam organisasi berkas dengan banyak key, yaitu inversion dan multy-list.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar